Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts
Showing posts with label Kisah Nyata. Show all posts

Mereka Rela Menjual Nyawa Demi Menjadi Kaya. Pesugihan, Dari Tuyul Sampai Nyi Blorong: Hanya Takhayul Dan Cerita Bohong?

Mereka Rela Menjual Nyawa Demi Menjadi Kaya. Pesugihan, Dari Tuyul Sampai Nyi Blorong: Hanya Takhayul Dan Cerita Bohong?

 

Siapa tidak ingin kaya, dengan cara mudah dan dalam waktu cepat pula? Meskipun begitu, tidak lantas semua jalan kita terabas agar kita bisa mencapai tempat teratas.

Pesugihan, mulai tuyul sampai Nyi Blorong menimbulkan pertanyaan besar di hati kita, apakah semua itu hanya cerita takhayul dan berita bohong?


Bersama rekan-rekan wartawan, saya pernah mengumpulkan cerita dari mulut ke mulut itu sampai mendapatkan kisah-kisah ini. Berikut tiga kisah yang berhasil saya kumpulkan dari rekan wartawan maupun sahabat pelayanan.

Nyi Blorong Bukan Cerita Bohong

"Mbak, malam ini Ibu dan Bapak mau kondangan ke kota. Kamu jaga rumah, ya. Jangan lupa mandi yang bersih. Malam ini tidur saja di kamar Ibu dan Bapak, ya. Bapak dan Ibu akan menginap di kota," ujar nyonya rumah kepada pembantunya. Meskipun heran dengan permintaan tuan dan nyonyanya, pembantu rumah tangga itu hanya berkata, "Nggih, ndoro."

Setelah mandi bersih, malam itu Mbak Siti - sebut saja namanya demikian - mencoba tidur di kamar majikannya. Dia merasa sangat heran. Mengapa dia harus tidur di ranjang tuan dan nyonyanya? Rasanya aneh sekali jika seorang batur seperti dirinya tidur di ranjang tuan dan nyonya.

Malam itu dia gelisah sekali. Bisa jadi karena tidak terbiasa tidur di atas ranjang besar dan empuk. Atau, ini yang membuatnya gemetar, perasaan aneh yang membuatnya tidak bisa memejamkan mata walau sekejap pun. Menjelang tengah malam, dia mendengar suara-suara aneh, seperti benda besar yang bergesekan dengan tanaman dan rumput di halaman dan diselingi dengan suara seperti tiupan angin. Perasaan dingin mulai melingkupinya sehingga dia menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

Semakin larut, semakit takut dia. Akhirnya dia memutuskan untuk turun dan sembunyi di balik lemari.

Baru saja dia merasa berada di tempat yang aman, tiba-tiba ...

"BRAKKK!"

Jendela kamar terbuka.

Dengan penuh ketakutan dia mengintip. Seekor ular besar merayap masuk langsung menuju ranjang. Dia bergidik membayangkan tadi dia tidur di situ. Ular itu mengaduk-aduk selimut. Tampaknya ular itu sedang mencari sesuatu. Saat tidak mendapatkan apa-apa, dia keluar kamar lewat jendela yang terbuka dengan desis kemarahan.

Pembantu rumah tangga itu gemetaran di balik lemari. Apa yang terjadi seandainya dia masih di atas ranjang? Membayangkannya sudah membuat keringat dingin bercuran dan lutut goyang sendiri.

Keesokan harinya, dia mendapat kabar bahwa majikannya mati mendadak dengan cara yang tidak wajar. Pembantu itu langsung kembali ke kampungnya.

Tuyul Bukan Takhayul

Meskipun belum pernah melihat sendiri, saya mendengar kisah-kisah tuyul dari orang-orang yang bisa saya percayai. Ada banyak versi tentang tuyul, tetapi dari sekian banyak yang saya dengar ceritanya, tuyul adalah makhluk halus berbentuk anak-anak kecil. Bahkan ada yang mengatakan bahwa mulutnya miring ke atas. Mereka 'dipekerjakan' untuk mencuri uang dari masyarakat sekitar.

Namanya 'anak kecil', tuyul masih suka bermain, sehingga ada orang yang mencoba 'menjebak' mereka dengan cara yang unik. Mereka mengambil yuyu [kepiting kecil yang biasa ada di kali kecil di sawah] dan menaruhnya di toples yang dibalikkan serta menempatkannya di atas meja. Saat tuyul-tuyul datang, keinginan mereka untuk mencuri teralihkan. Mereka lebih senang bermain-main dengan yuyu yang ada di dalam toples. Dengan teknik dan upacara tertentu - katanya pakai rambut - mereka bisa ditangkap. Ketika tuyul itu 'dilombok' [mulut mereka dilumuri cabe yang sudah ditumbuk], majikannyalah yang akan kepedasan.

Orang-orang yang mencari pesugihan dengan memakai tuyul biasanya harus menyediakan makanan para tuyul, berupa bubur. "Jangan sajikan bubur yang panas, ya," ujar seorang majikan kepada pembantunya.

Suatu hari - entah karena lupa atau ingin 'mencobai' - pembantu rumah tangga itu menyajikan bubur di tempat yang sudah ditentukan sang majikan. Namun, kali ini masih panas, baru saja diangkat dari kompor.

Keesokan harinya, dia kaget melihat mulut majikannya seperti terbakar dan menderita sariawan parah. Pembantu itu langsung diberhentikan. Ternyata, ketika tuyul makan bubur panas, pemiliknya ikut merasakannya.

Ayam Hitam Pembawa Kelam

Kisah pesugihan lain yang saya dengar mengisahkan pasangan suami-istri usahawan yang sedang mengalami kebangkrutan. Oleh seorang teman, mereka dirujuk menemui orang pintar. Mula-mula pasangan suami-istri ini keberatan karena mereka memang umat beragama. "Tenang, orang itu bukan dukun. Lakukan saja apa yang mereka katakan dan usahamu akan bangkit kembali," demikian iming-iming temannya.

Sekadar mencoba tidak apa-apa. Begitu mungkin yang ada di hati pasangan yang sedang galau itu. Mereka berangkat menemui orang pintar itu. Ternyata benar, tidak ada menyan segala. Mereka pun tidak dijampi-jampi dan diberi jimat. Mereka hanya diminta untuk kembali sambil membawa ayam hitam seluruhnya. Setelah itu, ayam yang mereka bawa diolah oleh istri orang pintar itu. Mereka diminta menunggu di ruang tamu.

Begitu ayam selesai diolah menjadi ayam panggang, mereka hanya diminta untuk menghabiskannya. Secara wajar, mereka bisa menghabiskan ayam itu. Bukan hanya karena ukurannya kecil, tetapi mereka memang belum makan dan ayam olahan itu tampak menggiurkan.

Namun, begitu sang suami mematahkan satu paha ayam untuk dia gigit, ada perasaan tidak enak yang tiba-tiba saja menyergap hatinya.

Perasaan yang sama dirasakan sang istri.

Mereka memutuskan untuk tidak jadi makan.

Baru saat tahu mereka menolak makan ayam hitam itu, orang pintar yang tadinya ramah tiba-tiba berubah. Dia naik pitam dan mengusir mereka keluar rumah tanpa mau dibayar.

Sesampai di perumahan tempat mereka tinggal, pasangan suami-istri itu kaget karena rumah mereka dikerumuni para tetangga. Ternyata anak mereka yang sedang bermain di jalan tertabrak kendaraan dan pahanya patah. Mereka langsung terduduk lemas. Apa yang akan terjadi seandainya mereka menghabiskan ayam panggang tadi? Sekali lagi, pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban.

Peringatan Tuhan yang Seharusnya Kita Perhatikan


Berdasarkan tiga kisah orang-orang yang mencari pesugihan di atas, kita bisa mengambil pelajaran yang sangat penting:

1. Tidak ada makan siang gratis

Pesugihan, bagaimanapun bentuk dan caranya, tidak gratis. Ada harga yang harus kita bayar. Bayarannya jauh lebih mahal ketimbang yang bisa kita bayangkan. Ada yang anggota keluarganya jadi gila, bahkan meninggal dunia. Orang mengenalnya dengan istilah 'tumbal'.

2. Kerja keras dan bukan jalan pintas

Untuk naik ke atas atau menaikkan taraf hidup kita, kerja keras tidak boleh digantikan dengan jalan pintas. Namanya saja jalan pintas, kita tidak tahu apa yang ada di depan.
Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.
Jangan terlalu cepat menerabas untuk sampai ke atas. Perlu anak-anak tangga untuk kita tapaki.

3. Jangan pernah lupakan Tuhan dalam setiap keinginan

Tidak ada seorang pun yang bisa melawan hukum alam, apalagi melawan Tuhan. Jauh lebih bijak jika kita mengikuti aturan yang sudah Tuhan tetapkan.

Kitab Suci mengajar kita untuk tidak salah jalan.
Read More

Kisah Nyata Misteri Hidup Kembali Setelah Dijadikan Tumbal Pesugihan - expobia id

Kisah Nyata Misteri Hidup Kembali Setelah Dijadikan Tumbal Pesugihan - expobia id


 Gara-gara makan sepotong roti,  nyaris saja kehilangan nyawanya .Sebut saja namanya, Mukmin (38).Pasalnya begitu roti buatan pabrik tempatnya bekerja masuk ke dalam rongga perut, sekonyong-konyong sekujur badan Mukmin terasa panas. Suhu tubuh naik drastis hanya dalam hitungan detik. Lalu tak ayal ia pun jatuh pingsan!.Cerita mistik nyata terbaru.

 Mukmin yang tidak sadarkan dii itu pun dibawa Iari ke rumah sakit terdekat. Tetapi sayang belum juga mendapat penanganan medis dan dokter jaga yang bertugas di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Mukmin sudah divonis meninggal dunia. Tetapi anehnya seorang praktisi metafiska bersikeras bahwa buruh pabrik roti itu belum meregang nyawa.
  Guru Besar sebuah perguruan silat tenaga dalam itu yakin Mukmin masih hidup. Mengapa hal itu bisa terjadi?

“Peristiwa itu terjadi sekitartahun 2003 lalu,” kata Pak Syafruddin (58) mengenang peristiwa bertahun silam ketika dirinya melihat fenomena kematian ganji yang dialami oleh Mukmin. Saat itu dengan mata batinnya yang terlatih melihat bahwa anggota perguruan silat yang dipimpinnya itu mengalami kematian yang tidak wajar.

  Ia melihat sejumlah dedemit dan siluman dengan paksa merenggut nyawa Mukmin. Mereka membawa nyawa buruh pabrik roti itu ke sebuah tempat di puncak Gunung Kawi. Keganjilan itulah yang dilihat oleh Pak Syafruddin dengan mata batinnya. Ia menduga Mukmin telah jadi  korban tumbal pelaku pesugihan. Pasalnya Ia pernah “kenal” dengan siluman dan dedemit yang membawa nyawa Mukmjn. ‘Mereka adalah iblis-iblis penghuni Gunung Kawi.

   Mereka adalah iblis yang menjadi tuan para pelaku pesugihan,” kata Pak Syafruddin yang dalam perjalanan spiritualnya telah banyak mengenal jin dengan berbagai karakternya Dan rupanya Ia juga hafal benar dengan kawasan Gunung Kawi yang banyak didatangi orang yang sudah terbutakan oleh harta kekayaan. Mereka kerap datang ke tempat itu untuk membuat ‘kontrak kerja” dengan dedemit-dedemit di sana.

  Pelaku pesugihan tidak peduli soal syarat maupun tumbal yang mesti disediakan. Yang ada dalam otak mereka adalah tumpukan harta yang berlimpah. Kekayaan yang sesungguhnya semu itu telah menyeret mereka ke dalam jurang kesesatan.gagalnya tumbal pesugihan
  Melihat fenomena ganjil demikian Pak Syafruddin sempat bimbang. Dalam hatinya bertanya-tanya apakah benar yang terikat di atas tandu itu adalah nyawa Mukmin anggota perguruan silatnya? Apakah itu cuma sekadar ilusi gaib yang ditebarkan oleh bangsa lelembut?

  Beberapa saat Pak Syafruddin hanya bisa termangu. Hingga akhirnya sebuah tepukan halus mendarat di bahunya. Sesosok wanita menegurnya dan belakang.

  “Cepat tolong dia...!” kata wanita itu yang tidak lain adalah Ibu Wati. lstrinya!
  “Ya...ya sahut Pak Syafruddin tergagap.Laki-laki itu pun segera memburu siluman-siluman yang tengah membawa ruh Mukmin ke suatu tempat.

 

 

sumber :http://kisahmisteri-indonesia.blogspot.com/2017/07/kisah-nyata-misteri-hidup-kembali.html

Read More