Showing posts with label Cerita Mitos. Show all posts
Showing posts with label Cerita Mitos. Show all posts

Mengungkap Cerita Mistis Pantai Karang Embe di Sukabumi

Mengungkap Cerita Mistis Pantai Karang Embe di Sukabumi

 


Kabupaten Sukabum – Wilayah Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tidakhanya menyuguhkan panorama alam indah yang memanjakan pandangan mata juga tak sedikit menyimpan cerita misteri. Salah satunya Pantai Karang Embe. Daerah pesisir ini terletak di Kampung Ciseureuh, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan.

Lokasi ini berada di lintasan yang menuju Puncak Darma, salah satu destinasi di Geopark Ciletuh. Meski tak jarang dilewati wisatawan, namun pada umumnya mereka tak mengenal bahwa pantai yang satu ini menyimpan kisah misteri.

Aura adanya kehidupan dunia lain di lokasi ini, bisa dirasakan oleh setiap pengunjung. “Singgah di pantai ini, pengunjung bisa mencium aroma aroma Embe (Kambing),” Erik Krisnalan alias Doyok warga setempat.

Padahal di kurang lebih pesisir pantai itu tak ada satu pun terkesan adanya fauna ternak tersebut. Doyok mengaku aroma kambing itu telah ada sejak dia tetap kecil.

Kala itu Doyok tak jarang bermain di kurang lebih lokasi tersebut itu disebabkan karena pekerjaan ayahnya sebagai juru kuncen di Pantai Karang Embe. “Saking baunya, aroma itu pun melekat pada pakaian yang saya pakai, bahkan tercium hinggake rumah,” jelasnya.

Doyok berkisah, disebut Pantai Karang Embe, konon di jaman dulu sekawanan kambing liar yang menghuni hutan di Gunung Gedogan _sering turun ke kurang lebih pantai.

Hewan-hewan tersebut mencari rerumputan yang ada di dekat pantai. Sehabis kennyang merumput, kawanan kambing liar tu berjemur di hamparan batu karang dan di kurang lebih bibir pantai.

“Menjelang sore, barulah kambing-kambing itu kembali ke hutan. Sejak itulah warga menyebutnya Pantai Karang Embe. Terlebih lagi lantaran kehadiran fauna tersebut tetap tetap menyisakan aroma baunya di pantai,” ulas Doyok. (*)

Reporter : M Rizal Jalaludin
Editor : Agung S
Read More

4 Mitos Binatang yang Dipercaya Sebagai Jelmaan Manusia

4 Mitos Binatang yang Dipercaya Sebagai Jelmaan Manusia

 

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih mempercayai beberapa mitos yang ada. Dari banyaknya mitos yang ada, salah satu yang masih sangat dipercaya masyarakat yaitu mitos tentang hewan yang merupakan jelmaan manusia atau bisa dikatakan hewan jadi-jadian.

Biasanya hewan-hewan ini menjaga suatu daerah atau tempat yang keramat. Sehingga apabila ada suatu kejadian bencana atau semacamnya selalu akan dikait-kaitkan dengan penunggu tempat itu. Berikut mitos hewan yang dipercaya sebagai jelmaan manusia:


Buaya Putih Jelmaan Nenek Tua

Bencana yang terjadi di Situ Gintung, Ciputat Tangerang Selatan, 27 Maret 2009 meninggalkan cerita mistis. Menurut cerita rakyat yang beredar, situ itu dihuni nenek tua yang menjelma menjadi buaya putih.

Misteri lain yaitu buaya ini kerap kali meminta tumbal. Penduduk sekitar merasa kemunculan buaya di tengah danau sebagai pertanda. Setelah itu ada saja warga yang kehilangan anggota keluarga. Jebolnya situ tersebut yang menewaskan seratusan orang itu pun dikaitkan dengan kemarahan si penghuni situ.

Babi

Cerita babi ngepet di Indonesia bukan hal baru lagi. Banyak masyarakat Indonesia yang meyakini jika babi ngepet merupakan manusia yang sedang mencari kekayaan. Dalam sejumlah cerita sering digambarkan manusia berubah menjadi babi lalu menyasar rumah-rumah warga yang ditenggarai memiliki banyak uang.

Saat babi ngepet beraksi, seseorang, biasanya istri dari babi ngepet, bertugas menjaga lilin. Api lilin itu akan bergoyang jika sang babi ngepet dalam kondisi bahaya, sang penjaga lilin pun harus segera meniupnya agar selamat.

Ular

Warga di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat mempercayai jika tempat itu menjadi tempat persemayaman Nyai Sumbing, si manusia siluman ular. Kabar ini pun dengan cepat menyebar hampir ke seluruh pelosok Bogor.

Entah benar atau tidak, tetapi cerita ini cukup membuat penasaran warga. Wujudnya seperti apa, memang tidak ada yang bisa menggambarkannya.

Monyet

Banyak kisah yang menceritakan monyet merupakan hewan jelmaan manusia. Ini bisa dilihat dari beberapa cerita rakyat yang menceritakan mengenai seorang pria yang berbentuk seperti lutung yang disebut lutung kasarung. Di zaman modern ini juga pernah ada seekor monyet yang kerap sekali mengganggu kehidupan masyarakat dan banyak bukti yang menurut warga menyatakan bahwa monyet tersebut adalah sebuah jelmaan manusia.

Lain cerita dari rakyat Jawa Barat, dikisahkan oleh pemuda yang sedang asyik berkumpul di kampung Ciputri kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi. Kala itu tiba-tiba saja muncul seekor monyet, dan langsung menarik perhatian.

Saat hendak ditangkap monyet itu melarikan diri, dan salah seorang pemuda melempar monyet itu dengan batu. Anehnya monyet itu tak mengerang kesakitan, tetapi tetap kabur masuk ke gorong-gorong yang berada di bawah rel kereta api. Masih penasaran, mereka terus mencari dengan senter mengikuti arah monyet itu pergi. Namun betapa terkejutnya ketika melihat monyet itu berubah menjadi sosok manusia hitam, dengan mata yang besar dan gigi bertaring serta lidah menjulur.
Read More